Ini Akibatnya Jika Kamu Gagal Menentukan Budget yang Tepat

Ini Akibatnya Jika Kamu Gagal Menentukan Budget

Segala hal di dunia ini harus dibagi sesuai dengan porsinya. Tak terkecuali dengan uang. Kita hidup kan tidak hanya untuk membayar cicilan dan tagihan. Kalau kita perlu kendaraan? Seberapa banyak seharusnya uang yang kita habiskan untuk berinvestasi? Berapa batas maksimal uang yang boleh kita keluarkan untuk liburan? Untuk berobat? Nah, kalau budgeting kamu gagal, bisa-bisa kamu mengalami kejadian buruk seperti berikut. Jangan sampai deh!

Rela Mengorbankan Kebutuhan Primer demi Hal yang Tidak Perlu

Perencaan anggaran yang tidak pas mungkin akan membuat kamu terbawa emosi dalam membelanjakan penghasilan. Akibatnya, kamu jadi pribadi yang konsumtif dan tergiur membelanjakan hal-hal yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Apabila demikian, bisa-bisa kamu hanya bisa makan mi instan di akhir bulan. Kamu pun jadi kelimpungan. Belum lagi kalau kamu sudah berkeluarga. Masa istri dan anak enggak dikasih makan?

Cara menghindarinya adalah dengan menerapkan salah satu rule of thumb finansial seperti 50/30/20. Artinya, kamu menghabiskan 50% dari pendapatan kamu hanya untuk kebutuhan-kebutuhan utama seperti belanja bulanan, pajak, makan sehari-hari, kebutuhan darurat, dan lain-lain. 30%-nya lagi boleh kamu gunakan untuk “berfoya-foya” seperti hang out, hobi, dan bersenang-senang. 20%-nya lagi untuk ditabung, diinvestasikan atau asuransi, dan dizakatkan.

Tanpa Menabung atau Berinvestasi, Kamu Bakalan Panik Saat Terjadi Hal-Hal Tidak Terduga

“Manusia berencana, Tuhan berkehendak”. Begitu kira-kira pepatah yang mengisyaratkan kita untuk selalu melakukan antisipasi apabila terjadi hal-hal buruk di luar keinginan. Seperti saat tiba-tiba kita jatuh sakit, butuh biaya operasi, atau saat terjadi PHK. Mau tidak mau, menjual aset menjadi salah satu pilihan.

Mungkin kamu bisa mempertimbangkan memiliki usaha kecil-kecilan yang dirintis secara berkala sebagai cadangan pemasukan apabila hal ini terjadi. Setidaknya, hasil dari usaha sampingan ini bisa meng-cover kebutuhan sehari-hari sampai musibah yang kita alami tersolusikan.

Gali Lubang Tutup Lubang

Gara-gara uangmu kurang untuk membayar tagihan kartu kredit, kamu harus benar-benar memutar otak agar tidak didatangi ­debt collector. Padahal, kalau tidak dibayar, bunganya bisa berlipat-ganda. Kalau dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi, bisa jadi gaji kamu di bulan-bulan berikutnya bahkan tidak cukup untuk membayar hutang tersebut. Alhasil kamu memutuskan untuk cari pinjaman ke teman atau sanak saudara, yang mana nantinya pinjaman itu juga harus dilunasi!

Padahal, langkah yang bisa kamu lakukan adalah dengan tidak membiarkan bunganya bertambah. Yakni, dengan cara mediasi dengan pihak bank. Kalau keterlambatan membayar cicilan kamu masih belum cukup parah, biasanya bank menawarkan opsi mediasi untuk nasabah yang kesulitan melunasi hutang. Mungkin bank akan memberikan solusi seperti memperpanjang jangka waktu pembayaran. Dengan begitu, bunga pun tidak membengkak dan kamu masih bisa melunasi tagihan dengan cara dicicil.

Ternyata, “mencegah lebih baik daripada mengobati” tidak hanya membicarakan soal kesehatan jasmani, namun kesehatan finansial juga. Dengan memiliki perencanaan budget yang jelas, kehidupan rumah tangga kamu akan lebih harmonis dan bebas dari masalah. Makanya, yuk rencanakan budget-mu sedini mungkin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *